Pages

Friday, December 31, 2010

Confession on New Year's night

Jika kau berpikir ini tidak penting maka tidak usah dibaca. Terima kasih.

Aku tidak ingin menjadi orang munafik, jadi aku tak akan menutupi apa2 lagi. Lagipula sebentar lagi tahun baru, maka kita harus melepaskan masa lalu bukan?
Maka aku akan memulainya dengan jujur. Aku tidak ingin melukai siapapun dan jika aku sudah melakukannya, aku benar2 minta maaf.

1.Aku kadang iri dengan sahabatku Yuujin.
Sekali lagi aku meminta maaf kepada Yuu-chan, orang pertama yang menjadi sahabatku di dunia, dan terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menjadi sahabatmu. :)
Aku memang manusia biasa yang tak lepas dari segala kesalahan. Dia, dengan dengan segala kehebatannya, kharismanya dan senyum manisnya yang menawan kadang membuatku iri. Tapi satu hal yang tak bisa kusangkal, betapa bangganya diriku terhadap dirinya. Seringkali aku tersenyum seperti ibu sedang melihat anaknya tumbuh, aku tahu itu aneh, tapi memang begitulah keadaannya. Aku senang sekali saat dia mulai terbuka padaku, memang aku bukan tipe orang yang bisa kaugantungkan setiap saat, tapi aku akan membantunya dengan segala yang kubisa.

2.Aku gila.

3.Wah, gara2 masakin telur dadar buat ibuku aku jadi lupa mau nulis apa, kalo inget, nti tak tulis lagi.

See you and Happy New Year!

Sunday, December 26, 2010

whatever.

You know what? Forget about all the things i said about the sky and the wind in my last post. Maybe those stuffs are trash. So, forget it.

Saturday, December 25, 2010

Guilty?

Hi, Long time no see.
Well, I've got a story to share with you this time. After all, no one will read this blog right? Yes, this one is another secret cause untold stories will just be secrets.

Did you ever feel guilty?
I'm sure you did. But what makes it weird is, Do you ever feel guilty when you happy?
When you see something that supposed to make you happy, and then you feel happy, but soon your heart feel heavier, you feel guilty. Yeah, it really is weird.

Kau tahu, sebenarnya, kemarin dan hari ini ada seseorang yang entah orang yang sama atau tidak yang menelepon telepon rumahku dan saat kuangkat, orang itu langsung menutupnya. Perbuatan iseng yang cukup aneh. Dan entah kenapa aku mendeduksi orang itu adalah the wind atau salah satu saudara sepupunya. Nah, ada beberapa fakta yang mendukung deduksiku:
1. Kau tahu, aku pernah menelepon the wind dan aku menggunakan telepon rumahku, jadi dia setidaknya tahu nomor telepon rumahku.
2. Mungkin kau takkan percaya saat kubilang saudara sepupunya adalah anak yang iseng tapi, walaupun dy sendiri orang yang kau tahulah, lebih tipe pendiam, tapi percayalah padaku, sepupunya benar2 180 derajat dibandingkan dia.
3.Perbuatan itu dilakukan dua kali, jadi bisa dikatakan iseng, tapi aku akan menahan fakta yang satu ini, karena belum terlalu pasti.
4. Setiap liburan panjang, the wind biasanya pergi ke tempat saudaranya itu, dan setiap liburan panjang, pasti ada sesuatu yang terjadi, tapi seperti fakta diatas yang tidak meyakinkan, aku juga akan menahan yang satu ini.

Nah, kesimpulannya, masih tidak pasti apakah dia atau sepupunya yang melakukannya. Tapi, walau dengan ketidakpastian ini, aku sudah cukup senang. :)

Nah, jika kau melihat statusku yang mengatakan "All I want . . . . ", pastikan kau juga melihat komen the sky di situ. Setelah itu, lihat apa yang menjadi status the sky pada hari yang sama dan waktu yang hampir sama dengn komen terakhir yang ia tulis. Pasti kau akan langsung tahu apa yang membuatku senang, tapi, pada saat yang sama, membuatku merasa bersalah.

"Why do women do this? Build up this stuff in their mind, take each little thing a guy does, and then twist it into something else? It's insane!" someone said that. And i know, maybe i was imagining all this things in me. Maybe it really is just something that we shouldn't keep in mind, but, as a woman, no, a girl, teenage girl, reckless one, i think i believe in it. I know, maybe it really will turn out to be a very different result. But, for now, i believe in it.

So, now i really feel guilty over the wind for happy over what the sky did. And someday IF -it won't happen, i know, my head was on the sky all the time, i know- i had to choose one of them which i know won't happen, i will completely confused.

Hoping too much is useless, i advise you. But, what we call 'hope' actually is a baby state of reality, if we feed it and treat it well, it will become big, and someday, it will become a 'reality'. So, if you just hope, and do nothing to make it come true, it will forever be a 'hope'. But, if you try to make true, and not giving up, it will become 'reality'. Dreams and hopes are do come true. ;)

I don't do kiss with stranger, and at this age?, especially with rules in my religion, so it's just OOOO and not XOXO, sorry.

OOOO
S.R.

Monday, December 20, 2010

Save Me - Avenged Sevenfold

Aaaah

They all know
They all know

Sorry did I wake your dreams?
Some questions run too deep
We only only wake up when we sleep
Led by the lunar light
Troubles all we'd find
Lost our way tonight

Is it something we said?
Is it something we said to them?
Is it something we said?

Save me
I'm trapped in a vile world
Where the endings are the same as every other
We're only here to die

Save me
I'm losing my only dream
I could use some guiding light
Some place to go
If you hear me let me know

They all know
They all know

Ever since the day you left
My fate's been set unknown
How many years to walk this path alone?
So much to see tonight
So why'd you close your eyes?
Why can't I shut mine?

Is it something we did?
Is it something we did to them?
Is it something we did?

Save me
I'm trapped in a vile world
Where the endings are the same as every other
We're only here to die

Save me
I'm losing my only dream
I can use some guiding light
Some place to go
If you hear me let me know
If you hear me let me know

Aaaah

Help me find my way
I said help me find my way

No pulse inside of me
Stone cold lips and heresy
All lies into a degree
Losing who I wanna be
You'll find out right now
He maybe out of his mind
But some day you will find
That sanity's left us all blind
And dragged us all behind
A moment seen through those eyes
Crystal blue disguise
They say that all beauty must die
I say it just moves on

If you'd only open your mind
Then someday you will find
Insanity's left us behind
And walked right through the door
I can see the pictures clear
As yesterday pictures of my own
I can hear the voices begging you to stay
But know you're not alone

Save me,
I'm trapped in a vile world
Where the endings all the same as every other
We're only here to die

Save me
I'm losing my only dream
I can use some guiding light
Some place to go
If you hear me let me know
If you hear me let me know

tonight we all die young [x7]
tonight we all die
tonight we all die young

Saturday, December 18, 2010

Happiest day I ever have

Started with journey with my best friend ever in Amplaz.

Special, Tron Legacy, Garret Hedlund, Sam Flynn, Quorra, Pizza Hut, Starbucks, Gramedia, One Piece, Twenty One, 13.20, G-12 & G-11, Coffee without sugar, Caramel Macchiato, Popcorn Asin.

The miracles and happiness didn't stop only with that things, but still continue when i was waiting at Terminal Condong Catur.

Aku ingin membuktikan apakah noetic benar2 bisa kupercaya. Jadi, aku berharap bahwa the sky akan pulang naik TJ dan berpapasan denganku, Saat Yuujin sudah pulang, hujan bertambah deras. Di pikiranku terlintas sebuah ide untuk membuktikan noetic. Jadi aku berharap agar dy datang dengan disertai perasaan. Sudah kutunggu beberapa lama, dy tetap tak datang juga. Saat ayahku datang menjemput, aku jadi tidak yakin, tapi saat aku sudah berada di samping motor ayahku, aku bahkan tidak dapat mempercayai mataku sendiri! Dy keluar dari shelter TJ!!!!!! Lalu ia berjalan dengan sedikit cepat dan saat kupanggil namanya, dia menoleh dan untuk sesaat aku yakin dy terkejut dan tersenyum. Langkahnya sedikit terhenti untuk menengok dan langsung kembali lagi saat aku sudah mengucap "Da . . da . ." sambil melambaikan tanganku.

W.O.W! Aku sekarang sangat yakin dengan kekuatan pikiran manusia. Everybody helds the key to their own future. Dan apa yang orang pikirkan terhadap diri kita sangatlah tidak penting dan hanya akan jadi nonsense saat kita benar2 tidak memikirkannya. Aku sekarang benar2 meresapi dan mengerti hal itu. So, to everybody out there who now doesn't really believe in their own power, you have to believe in it. Don't mind what everybody else say about you, believe that you are special in your own way. But don't go overboard! You have to keep your feet on the ground too. What you think about yourself is more influential than everybody else. And be careful of what you wish and think, it may become true! ;)

XOXO, SR

Wednesday, December 15, 2010

The Calling.

I called the sky on 21.54
Benar2 geje.

Too bad I can't remember what time I called the wind.
So sweet!

Everybody needs adrenalin right? You must try it too, do something you never did.

Womanizer. Dia.

After-effect

Nah! All of that was blown away now. I'm in a war again. He pulls me back when he touches my hands. You can call it after-effect.

Yap. He wakes me up. The pulses come back. Familiar feelings come back. I have to say 'hi' to them now.

Petang ini aku bangun dengan perasaan aneh. Terkejut. Rupanya aku tertidur dari sore hari sampai maghrib. Entah aku mimpi apa. Tapi sesuatu yang telah lama kulupakan, kembali. Memori-memori datang menghantam kesadaranku, membakar otakku, seakan membangunkan aku kembali dari tidur yang panjang, seakan membuatku harus berperang lagi. Aku merindukannya. Sangat. Entah bagaimana aku bisa mengabaikan sebuah keinginan, kebutuhan untuk menemuinya, seseorang yang sekarang sudah berubah. Saat dia menggenggam tanganku, tangannya yang kering menarikku kembali, dari tidur panjang tanpa mimpi, dari zona aman yang berhasil kucapai. Aku ingin sekali menggenggam tangan itu tanpa sekali pun melepaskannya lagi. Aku ingin sekali memeluk siluet itu tanpa sekali pun membiarkannya pergi lagi. Aku benar-benar merindukan wajahnya saat ia tersenyum padaku. Tapi wajahnya saat menggenggam tanganku tak mengatakan hal yang sama. Ia tak tersenyum barang sejengitpun. Mungkin pula aku juga tidak tersenyum. Dan, ya, aku kembali menangis. Lagu 'Save Me' milik Avenged Sevenfold dan 'Don't Let Me Go' milik The Click Five membuatku melepaskan tangisanku. Aku menangis dan menangis, sambil memikirkan mungkin ia tak peduli tentangku. Sebuah tangisan yang diakhiri dengan kelegaan. "Anyone that doesn't cry can't be strong. no matter what happens, after you cry, then you can face the problem better. But, crying when you need to cry is another way to show strength", someone said that. And I found it right.

Aku kemudian berpikir bahwa, selama ini, semuanya selalu berakhir sama. Semua ceritaku selalu berakhir sama. Akulah yang kemudian menderita, akulah yang pada akhirnya menangis. Dan begitu gobloknya aku, mengulangi kesalahan yang sama. Semisal aku tahu kalau semua seperti ini, kenapa aku harus bersusah payah mengulangi tragedi yang terus terjadi berulang-ulang? Bodoh sekali.

Tuesday, December 14, 2010

Sh[a](o)-c-king hands with weirdo.

Jika kau tak mudeng judul diatas, itu seharusnya
a. Shaking hands, atau,
b. Shocking hands.
Semacam permainan kata.

Ya, aneh sekali. Orang aneh memang seharusnya berlaku aneh. Semua orang aneh pasti melakukan hal yang aneh. Semua orang aneh itu aneh.

Tidak ada di teks. Tidak dilakukan saat latihan. Tidak terlintas sama sekali di otakku.

Nah! orang aneh yang satu ini memang membingungkan. Pas saya sudah di zona aman yang netral, dia malah melakukan hal aneh seperti itu. Dan lebih anehnya lagi dampaknya tidak terlalu besar sampai bisa membuatku tersenyum terus. Yah . . . segalanya berubah kan? Tapi aku pasti berbohong jika aku bilang aku tidak senang dia melakukannya. Hanya saja, jika dia tahu kalau hasil dari perbuatannya itu akan menambah buruk skandal yang sudah aku buat pastinya dia tidak berpikir untuk melakukannya kan? Apalagi yang pertama mengulurkan tangan itu dia. Aneh. Aku kan hanya menunggunya melanjutkan dialog yang memang seharusnya ia ucapkan. Lama-lama aku jadi bingung dengan ingatanku sendiri. Maunya apa sih? Atau mungkin memang aku yang ke-geer-an? ya, itu menjadi kemungkinan paling besar. Aku memang orang bodoh yang ke-geer-an, tapi tetap saja itu hal yang aneh. Sudahlah semua orang aneh memang seperti itu. (bahkan mungkin juga aku salah satu orang aneh yang berpikiran aneh, ?)

Sunday, December 12, 2010

Welcome To Wherever You Are - Bon Jovi

Maybe we're different, but we're still the same
We all got the blood of Eden, running through our veins
I know sometimes it's hard for you to see
You come between just who you are and who you wanna be

If you feel alone, and lost and need a friend
Remember every new beginning, is some beginning's end

[Chorus]
Welcome to wherever you are
This is your life, you made it this far
Welcome, you gotta believe
That right here right now, you're exactly where you're supposed to be
Welcome, to wherever you are

When everybody's in, and you're left out
And you feel your drowning, in a shadow of a doubt
Everyones a miracle in their own way
Just listen to yourself, not what other people say

When it seems you're lost, alone and feeling down
Remember everybody's different
Just take a look around

[Chorus]

Be who you want to, be who you are
Everyones a hero, everyones a star

When you wanna give up, and your hearts about to break
Remember that you're perfect, God makes no mistakes

[Chorus]

Saturday, December 11, 2010

Fatigue, Tiredness, exhaustion.

Kutatap jendela tak berbingkai itu. Hanya langit luas yang kutemukan disana. Sebuah kehampaan lain. Potret abu-abu dari sang langit yang mencerminkan perasaanku.
Kukedipkan mataku dan segalanya berubah. Di hadapanku, lembaran soal TIK merongrong pikiranku, menyusup kesetiap celah untuk menemukan sebuah jawaban di kotak memoriku. Tidak ada, mereka tersesat di labirin pikiranku tanpa sebuah kejelasan. Kulayangkan pandanganku pada pintu kelas dan menemukan dia melintas. Hanya sesaat dan mata kami sempat bertemu. Sebuah detak yang sudah lama kurindukan. Euforia kecil untuk kunikmati.
Tapi hampa kembali menyerang. Dengan pedang-pedang kecil di tangan mereka, dan sebuah baju zirah kotor berwarna abu-abu menempel di badan mereka, mereka menyamar dan membunuh setiap keceriaan kecil yang melintas di depan mereka.
Aku kembali sekarat, mati. Kematian yang memikat kehidupan dalam diriku. Dia menyesap setiap sumsum kehidupan dalam diriku. Menikmatinya seakan itu adalah segelas anggur terakhir di dunia.
Apalagi yang bisa kuharapkan? Apa lagi yang bisa kulakukan? Aku begitu ingin merengkuhmu untuk selamanya. Aku memang tak sekuat yang kalian kira. Aku hanyalah korban lain dari kehampaan dan ambisi yang berlebihan. Menyedihkan, ya, memang menyedihkan. Aku hanya makhluk kegelapan yang mencari cahaya, tapi mati karena tak kuat akan sinarnya. Makhluk lemah yang mencari perlindungan dan tak pernah berusaha untuk menjadi kuat. Makhluk yang mengharapkan sesuatu untuk terjadi tanpa berusaha untuk mewujudkannya. Makhluk yang berharap dan sudah berusaha tapi hanya bisa menemukan kegagalan di sisi lain gunung harapan yang ia buat. Entah apa kata mereka jika mereka semua membaca blog sampah ini. Kasihan? Itu adalah hal terakhir yang aku harapkan. Dan beruntungnya diriku karena aku tak dikenal sebagai seorang penulis ulung, ataupun gadis manis mungil yang baik. Hanya aku, sisi diriku yang menyedihkan yang selalu hanya bisa meratap.

Friday, December 10, 2010

Am I a masochist ?

Entahlah. Every now and then, I feel as if I love hurting myself. Especially if it was about one thing that all of you know. Yeah. Love.
I feel the distance.
I feel the pains.
I see the wounds.
I do miss his smile.
I do miss my silhouette when it reflects on his eyes.
I do miss everything that we used to do together.
I do miss the time when my heart skipped a beat when he pass me on the corridor.
I do miss him, the one I used to know.
But I'm afraid it was too late. To fix everything. I know I'm the one at fault. I was so passionate and thought that everything will be okay if I do anything just to get closer to him. But I'm wrong and I can't do the thing I used to do with him.
But, wait. I am confused. Well, forget it. see you.

Saturday, December 4, 2010

sebuah kata 'sebuah'

Sebuah kehidupan yang berputar-putar. Sebuah siklus. Sebuah cerita tanpa akhir. Sebuah angan yang tak terbatas. Sebuah melodi yang terus mengalun. Sebuah eksistansi yang tak pernah pudar. Sebuah rasa percaya yang tak terlihat. Sebuah janji yang tak terpenuhi. Sebuah kata yang tak pernah terucapkan. Sebuah kejahatan yang tak pernah terungkap. Sebuah kebenaran yang tak pernah dihiraukan. Sebuah kebohongan yang dipuja-puja. Sebuah kemuliaan yang tersembunyi. Sebuah rahasia yang terekspos. Sebuah sejarah yang tak tertulis. Sebuah memori yang tak terlupakan. Sebuah moment yang berharga. Sebuah harga yang tak pernah terbayar. Sebuah rasa yang hampa. Sebuah cerita yang tak pernah diketahui. Sebuah kehilangan yang tak pernah kembali. Sebuah hati yang tak pernah menyatu. Sebuah cinta yang tak pernah terbalas . . .

Friday, November 26, 2010

a below-ordinary-and-not-worth-to-get-any-attention girl makes a statement

Well, it is me, who don't understand anything and trying to get anyone's attention.
Yes, I'm a hypocritical, two-faced, and histrionic person. And yes, maybe I'm exaggerating myself. Sometimes I feel like I'm walking alone in this earth without no one I can really rely on.
I'm just hoping that anyone can save me from my own destruction. From this nothingness. And sometimes I lost control. I can't find any reason to live. Any reason that strong enough to tie me to this world. Ha! Right? Now I'm really exaggerating. But, well, maybe no. I'm not really exaggerating, cause these things really happen. I know that I'm lucky. A perfect family, perfect best friend, not-quite-smart brain, healthy and strong body, and the most important thing, a life, a life as a human. So many things that God gives me. Very lucky, aren't I?
But, like many other humans, I'm an egoistic and voracious person. Not satisfied with what I've got now. So ironic, right?
So, anyone out there, can you help and save me? Please?

Monday, November 22, 2010

WAR!

'We are in a state of war.'
'We are in a state of war. And in a war, someone must take others' life so they can't take his/her, So, that's what we're doing right now.'

Well, semua ini bermula dengan undian drama sialan yg dengan seenaknya menempatkan saya di posisi yg sulit, walaupun untuk saat itu saya (sangat, mungkin?) senang bisa berada di posisi itu.

Dan kemarin, karena drama (berakting lebih tepatnya) memang salah satu keahlian dan kesukaan saya, jadi bukan tidak mungkin lagi kalau saya memiliki cukup besar minat dalam pengerjaannya, terlepas dari siapa yg akan berperan apa dan bagaimana jalan ceritanya. Ketika sudah berhadapan dengan layar 12 inci ini untuk membuat prolog dan sebagainya, saya bingung bagaimana harus memulainya. Maka dari itu, saya meng-sms 3 orang anggota kelompok yg lain. Memang, org pertama yg saya kirim adlh the sky, karna dibanding 2 org lainnya, dy yang plg saya kenal dan paling puitis diantara yg lain. Sesudah beberapa lama tidak dijawab, maka saya melanjutkan meng-sms 2 orang lainnya (mungkin tanpa mengharapkan jawaban dari the wind sama sekali) dan seperti yang saya kira, memang hanya 1 orang cwe' lainnya dalam kelompok kami yg akan menjawab. Tapi, saya cukup menikmati percakapan 'kecewekan' kami. Tapi, juga seperti yang sudah saya duga, dy malah tidak mengerti apa itu prolog dan tidak punya ide bagaimana harus mengawali sebuah cerita. Dan akhirnya naskah tak ada kemajuan sama sekali.

Ya, hari ini adalah klimaksnya. Saya sedang menelusuri tulisan-tulisan saya saat berada dalam ujung era the sky dan memasuki era the wind. Hampir (sekitar 96%) semua tulisan itu pernah saya publish di situs jejaring sosial. Ada beberapa lirik lagu yang saya cantumkan disitu dan saya memutarnya kembali untuk mengingat kembali masa-masa itu. Salah satu dari tulisan yang tak terpublish adalah sepenggal lirik lagu 'Princess Dizzy' yang dinyanyikan oleh vokalis favorit saya, Tomo dan band favorit saya, Vistlip yang memang sengaja diketik kakak saya entah karena apa. Dan memang lirik lagu itu adalah salah satu lirik terbaik dari semua lagu yang pernah kudengar. Dan saat itu entah ada apa, para boys yang memang sulit untuk dimengerti tiba-tiba menjadi ribut, terutama anak satu ini, *i*k*, sempat saya mendengar 'Rahasia telah terungkap.' (kurang lebih seperti ini seingat saya) dari mulutnya. Alarm feeling wanita saya tiba-tiba menyala. Saat itu benar-benar kacau. Seperti sesuatu yang telah kubangun tiba2 runtuh. Suasana masih chaos dan getaran yang terjadi karena ada sebuah kendaraan (entah apa. saya pun masih penasaran.) yang sedang bekerja(?), membuat saya semakin lemah. Saat itu saya sedang membuka kembali translate-an dari blog Tomo dan saya tahu, saat itu mungkin saja saya sudah tak tahan lagi. Rasa marah yang tak jelas dan dinginnya AC serta kelemahan yang sudah merasuki diri serta kerinduan. Semuanya tak terbendung lagi dan air mataku keluar begitu saja. Bel berdentang tanda pergantian pelajaran dan air mataku sudah terhapus. Di hadapanku, aku melihat lagi sebuah lirik lagu dari Vistlip, kali ini dengan judul 'Moonlight Snow Rabbit' dan saat saya memutar lagunya, kali ini air mataku keluar banyak dan aku harus menutupi mukaku, tepat saat aku membuka mukaku lagi, the sky sudah akan pergi dan sesaat pikiranku kembali melayang pada beberapa bulan lalu saat hal ini terjadi, disana memang masih ada rani dan grace. Tapi aku tak malu menghapus mukaku yang lengket dan mataku yang merah. Aku mengatakan pada mereka bahwa tidak apa-apa jika mereka ingin duluan. Dan saat aku sudah sendiri dan aku harus membereskan buku-bukuku, diriku yang kuat kembali muncul, WAR!, itu kata pertama yang terlintas di pikiranku. Dan kata-kata diataslah yang saat itu terpampang jelas, aku sedang marah dan begini hasilnya. 'Kau masih punya jalan panjang.' Kalimat itu juga tetap setia mengiringiku setiap kali kejadian seperti ini terjadi. Dan hari ini aku keluar kelas dengan muka tersenyum (topengkah? *smirk*) dan sebuah tekad baja seorang tentara yang akan melenyapkan musuh-musuhnya.

Setelah beberapa lama aku memikirkannya kembali, aku berpikir, 'Ah, Sudahlah! Terserah!'

Tak berapa lama tadi kakak, the sky, meng-smsku mengatakan dia minta maaf karena kemarin dan hari ini tadi dia sibuk dan tak bisa membalas sms-ku. Harus kuakui, dia memang seorang contoh gentleman terbaik yang pernah aku temui, terlepas dari segala hal yang lainnya, dia orang yang sangat baik. Dan yang terbaik, dia bisa membuatku tertawa dan merasa kami teman tanpa harus berpikir apa yang akan orang lain pikirkan jika mereka mengetahui bahwa kami sering sms-an, dy bisa menentukan apa yang sebaiknya tidak dy ceritakan kepada temannya, dan dia menghargai (?)(mungkin? entahlah.) aku.

Ashleeeyyy! Mungkin Friendship memang paling cocok untuk anak seumuran kita ya? I'm waiting for your comment! :DDD

Coldness of the day.

Well, today, I felt so cold. My body was shivering. I really miss Tomo. I miss Yuh. I miss Umi. I miss Rui. I miss Tohya. I miss Vistlip.

Saturday, November 13, 2010

Crazier!!!!

Lol, setelah dy meng-off-kan dirinya, kalian tahu apa yg kurasakan?
Yap! Tenstu saja aku berpikir aku orang terbodoh di dunia.
Terus entah kenapa aku makin mikir lagi. dan lagi. dan lagi.
Apa kalian tahu apa yg kusimpulkan? Entah aku memang sudah gila atau aku memang terlalu percaya diri, Well, I dunno.
Pertama-tama, aku berpikir dy menyebalkan dan aku bodoh, terus aku berpikir bahwa aku tdk boleh membencinya karena dari awal aku sudah berjanji pada diriku sendiri, lalu aku berpikir bahwa sekarang bukan saatnya hal seperti itu mengkhawatirkanku, aku masih punya jalan panjang, Lama-lama aku jadi mengingat sikapnya akhir2 ini.
Dia selalu berusaha menjauh dariku, hampir tidak pernah mempedulikanku, tapi terkadang aku mendengar orang lain berkata dia senang, tapi mana mungkin aku bisa percaya. Aku melihat dy berusaha duduk sejauh mungkin dariku, tidak pernah membalas smsku, tidak pernah menyapaku, membalas sapaanku sambil lalu, dan berbagai hal lainnya. Lalu aku membandingkannya bagaimana sikap dy kepada orang lain (cwe') dan kau tahu? dy membalas sapaan mereka 1 kali. Dy sempat bercanda dengan beberapa dari mereka, dy tidak terlalu keberatan duduk di belakang orang lain. Dan dy selalu berusaha untuk tak terlalu menonjol dgn sekedar mendengarkan mereka dan mengiyakan tanpa berbuat apapun.
kesimpulan: bukankah aneh? dan hanya ada 2 pilihan (again) dia suka, atau dia benci, tidak ada lagi kata normal. Hmm, dan entah darimana tadi sesaat setidaknya aku mearasa spesial (HA HA HA, mungkin jadi orang yang dibenci itu spesial ya?) dan semoga pilihan pertama yang benar. Amin.

Argh!

Huwaaaaaaaa, dia OL! Dan diriku yg sungguh bodoh menyapanya 'weh, kok tumben ol?' dan dia dengan sangat menyebalkan langsung off! Asem ik! Disapa baik2 malah off.
Lihat saja apa yg akan saya lakukan mwa ha ha ha ha ha.
Ah. Uncertainty begins to make a hole in my heart.

Friday, November 12, 2010

Past that I longing for.

Yeah, hari ini aku kembali memikirkan tentang masa lalu.
The sky. Hey, Yuu-chan, do you remember when the three of us and four if it was with Winda's ex, interviewing, Math's tutor?
Wow! Dan aku benar2 terkejut dengan segala perubahan kita yang sekarang. Rasa-rasanya aku ingin sekali kita bisa seperti saat itu lagi. Pasti sangat menyenangkan.

Tuesday, November 9, 2010

:DDDDDD

Coba tebak! Apa yang akan aku post hari ini? Love? Yeah, Him? Yeah, Sad? NO!!!
Finally, you guys can hear a good and not-sad story about him, the wind.
Hari ini, 9 November 2010, Aku sekali lagi bertatapan dengannya, eye-to-eye!! Ya walaupun dia lagi ngucek matanya yang satunya, tapi tetap saja! Matanya menatapku dan aku menatap matanya. Aku bahkan bisa terus-terusan tersenyum saat mereka ulang dan ulang dan ulang kejadian itu. Nah! Apalagi sekarang aku lagu muter lagu, Only Girl (In the world) - Rihanna. My feeling was exactly like that.

Want you to make me feel like I'm the only girl in the world
Like I'm the only one that you'll ever love
Like I'm the only one who knows your heart
Only girl in the world...
Like I'm the only one that's in command
Cuz I'm the only one who understands how to make you feel like a man
Want you to make me feel like I'm the only girl in the world
Like I'm the only one that you'll ever love
Like I'm the only one who knows your heart
Only one...

Thursday, November 4, 2010

Memories in the rain

Hari ini, saat aku akan berangkat makan bersama ayahku. Tanpa disangka-sangka the wind lewat, dy tak berkata apapun, tak melirik kemanapun dan langsung meninggalkanku dan ayahku. Memang wajar sih, seorang cwo' seperti dy tidak akan pernah mau menyapa orang seperti aku yang saat itu bahkan sedang bersama ayahku. Dan lebih bodohnya dan mengecewakan, diriku yang biasanya tak akan berpikir 2 kali atau bahkan tanpa berpikir langsung melakukan sesuatu, tidak muncul, aku tidak menyapanya. Hujan yang saat itu hanya tinggal gerimis lebat berubah menjadi hujan deras dan langit sangat mendung. Tapi anehnya hujan itu hanya bertambah deras di sekelilingku, tak di tempat lain, hanya di hatiku.

Sungguh mengejutkan!

Entah hal apa yang menyebabkan kejadian ini terjadi. Tapi satu hal yang pasti, ini sungguh sesuatu yang tak terduga. Ah! Kau masih ingat? Aku pernah menulis status di jejaring sosial itu tentang orang keren yang misterius yang kutemui saat les? Dan semuanya berawal saat aku dan teman lesku sedang menunggu jemputan dan dia, dengan kacamata di sudut hidung dan 1 earset menggantung dari telinganya, berjalan melewati kami dengan cara yang sesungguhnya biasa saja. Tapi, aku tahu apa yang tidak biasa, hatiku. Seketika itu hatiku melompat dan memberi alarm kepada kepala untuk menengok. Aku melihat dia dan berpikir, 'wah, keren!' Kurasa gara2 the wind, sekarang aku terkena syndrome suka pada para megane. Nah, pada awalnya kukira dia orang agak pendiam yang cukup alim dan seorang cwo' biasa yang suka mendengarkan musik, sama seperti hobiku. Selama 2-3 kali aku datang lagi ke tempat les, aku selalu mencari sosoknya, tapi takdir sepertinya tak merestui kami. Setelah kira2 ketiga kalinya ke tempat les, saat itu aku dan 2 teman lesku akan shalat, aku melihat seorang cwo' memakai jas hitam mirip jas yang di vampire knight sedang masuk ke tempat parkir memakai motor dan sesaat kulihat kemiripan dy dengan orang keren yang misterius itu. Tapi karna dy tak memakai kacamata dan tidak pula memakai jaket seperti yang orang keren itu pakai, aku tak mengacuhkannya, memang walau sesaat aku juga mengakui dy juga keren. Tapi, saat aku menanyakannya pada teman2 lesku, ternyata cwo' itu dari smpn 5 dan dia bergaya SOK COOL, saat itu aku tetap tak mengacuhkannya. Dan hari ini, aku mengetahui kebenarannya. Dia, orang keren misterius yang aku sukai dan dia, orang sok cool dari smpn 5 adalah orang yang sama. Walau saat ini aku masih sedikit meragukan pernyataan teman lesku, tapi tidak ada bukti lain yang bisa menyangkalnya. Ah . . . hancur sudah impian untuk bertemu orang yang keren seperti dalam bayanganku.

Tetapi, itu semua tak berhenti sampai sini, kini aku dapat menarik kesimpulan:
1. Entah ini benar atau tidak, tapi sepertinya aku mudah sekali tertarik pada orang sok cool, (the sky, orang keren yg ternyata sok cool) atau juga aku memang hanya tertarik pada orang yang cool? tapi sepertinya cinta pertamaku tidak cool sama sekali tuh. berarti hanya tergantung situasi, mungkin ya?
2. Jangan menilai orang hanya dari luarnya. Kalau yang ini memang sudah tak bisa diragukan lagi. Nanti kau akan terkejut-kejut sendiri melihat kenyataan yang tak terduga, dan salah satu korbannya adalah saya, he he he.
3. Ada juga kemungkinan salah satu dari kedua orang tuaku adalah orang yang cool dan satunya lagi adalah orang yang suka dengan orang yg cool, jadinya nurun deh.
4. Dan sepertinya perlakuanku pada semua orang sok cool hampir sama; ingin mendahului kalau berjalan, dan kalau sedang berjalan di belakang orang itu atau berada di dekatnya, aku akan merasa canggung dan terkadang aku akan menggaruk leherku yang tidak gatal atau menggembungkan mulutku. Sebuah perlakuan yang aneh.

Wednesday, November 3, 2010

hari menyebalkan

List yang menyebabkan hari ini jadi menyebalkan:
1. Kemanusiawian saya
2. Kekhilafan the sky
3. Ketidakacuhan the wind (huhhhhhhhhhh!!!!!)
4. Ulangan matematika yang tidak selesai
5. Masalah tidak kegentle-an a** n dan kakak tertuaku di sekolah(kalo kakakku sih, aku maklum) yg akhirnya terhapus oleh candaan waktu penambahan materi sama mbak sari yang geje
6. Pertanyaan yg tak terjawab
7. tumpuk2

List yang membuat hari ini jd tidak begitu menyebalkan:
1. Candaan dengan ARW saat di masjid
2. Candaan dgn mbak sari di kelas 9-2
3. Bisa melihat the wind dari dekat
4. Film2 baru
5. Hitsugaya Toushiro-ku (ngarep banget)
6. Waktu bersama gracek yg menyenangkan

kesimpulan: hari menyebalkan yg sebenarnya tak terlalu menyebalkan.

Friday, October 29, 2010

Dream on that afternoon.

Today was Friday and it meant I could go home early. Right after I got home, the first thing I did was sleeping at my room. And that's when that enchanting dream started. I was nearly bump to the sky this morning. And so this dream was about him.
The place was at school in our class. And he worn that batik shirt. The story was really confusing, but the most unforgettable piece of that dream was when one of his finger was burned and me, without thinking twice, took his hand and tried to see it and heal it. I was so panicked at that time, and it seemed that he enjoyed it. Damn! but I can't deny that he looked really cool at that time, when I finally know, his finger was burned because he saved me and my friend. Even my heart beats little faster when I remember that dream and writing that on this post.
So, now each of the sky and the wind can make my heart beats faster. Great! 14 years old girl with her 'experiences' in heart attack.

Thursday, October 28, 2010

Between the sky and the wind.

Still confused. I was really sure with the wind, but not now. And I'm not really sure with the sky too. Maybe, i'm still too young for thing called love.

Monday, October 25, 2010

Bingung.

Aku tak bisa menutupi rasa senang saat aku tahu aku bisa berada di dekatmu hari ini. Saat kita berada bersebalahan dan yang terdengar hanya suara sepatumu yang menggesek lantai, kurasa aku suka suara berdecit-decit itu dan kurasa itu menandakan kau gugup, dan aku berharap bahwa kau memang gugup, karna itu berarti kau merasakan hal yg sama. Dan itu hal yang bagus tentu saja. Tapi, entah kenapa sesekali aku jadi meragukan perasaanku sendiri. Mungkin ini sesuatu yang normal, dan mungkin aku hanya perlu menunggu dan melihat apa yang akan terjadi. Mungkin. Semoga Allah memberi jalan untuk kami dan semoga Dia selalu melindungi semua orang yang kucintai. Amin.

Friday, October 22, 2010

Murasaki Yuujin

Hanya dua kata yang bisa kuungkapkan :
Terima kasih . . .

Thursday, October 21, 2010

Jauh di kedalaman laut

Sungguh! Hari ini aku seperti terpaksa berlari ke kedalaman laut dari kejaran hiu-hiu. Tekanannya yang begitu besar dan kuat seakan ingin meremukkan setiap senti daging dan tulang ditubuhku. Bagaimana seorang manusia biasa tanpa insang ini dapat bertahan? Entahlah.
Beban yang kurasakan memang tak seberapa jika dibandingkan dengan para tahanan yang menunggu ajalnya. Hanya beban seorang siswa SMP dengan segala masalah pubernya. Tapi, entah kenapa beban dan tekanan itu terus menumpuk, bagai rumah reyot, seringkali aku tak mampu menahan bendungan air mata.
Dan seperti hari ini, setiba di rumah, bantal berwarna terang di atas tempat tidur menjadi korban dari tetesan air mata yang mengalir perlahan dari mataku. Tak jarang badanku ikut bergetar seakan badanku ingin luluh mengikuti tetesan air mataku.
Dialah sumber utama segala keanehan dalam tubuhku. Hormon stress dan hormon endorfin dalam tubuhku seakan ingin berlomba-lomba untuk menguasai diriku jika aku berada di dekatnya ataupun berpikir tentangnya. Memang, dia tak melakukan apapun, hanya aku yang sibuk berpikir begini, begitu dan berbuat begini begitu. Tapi dia tetap tak bergeming. Hanya aku, memang hanya aku. Seperti orang bodoh saja.
Tak hanya itu, tekanan aku harus belajar agar mendapat nilai bagus karena sudah kelas 9, seorang ibu guru yang sepertinya tidak menyukaiku dan berimbas pada nilaiku. Tekanan dari orang tua. Rasa mengecewakan dan dikewakan oleh diriku sendiri.
Dan yang terpenting,
KEHAMPAAN
Aku tak tahu kenapa aku mulai merasakan kejenuhan dan kehampaan pada arti hidupku saat ini. Aku merasa tak punya alasan ataupun tujuan lebih kuat untuk berjalan lebih jauh, mungkin setelah membaca ini aku akan berubah pikiran, tapi, hanya untuk saat ini, aku merasakannya. Kejenuhan pada dia, pada perasaanku, pada segala ketidakpastian, pada segala tekanan. Semuanya dikompres menjadi satu di otak seorang anak yang berusia 14 tahun, sungguh ironis. Stress. Itulah kata yang tepat. Mengerikan, seorang anak 14 tahun yang puber dan stress.