Pages

Saturday, February 19, 2011

Teenager, Adolescence, Child.

Huuh!
Well, Sudah kubilang berapa kali. Kalo aku lagi nggak mau diajak ngomong ya jangan diajak ngomong, jangan dibikin tambah marah! Huh!
(sorry, tiba-tiba ibuku melakukan sesuatu yg sangat mengganggu.)

Nah. Aku bingung sendiri. Sebelumnya, aku ingatkan dulu, ini semua menurut sisi pandangku saja.
Menurutmu menjadi dewasa sebelum waktunya itu baik nggak? Ato apakah itu tindakan yang bagus? Well, ini masalah pribadi masing2 sih, tapi tetap saja aku ingin membahasnya.
Mumpung blog ini di-private, aku mau ngomongin soal salah satu temanku dia namanya 'n' (perhatian, ini bukan inisialnya, ini hanya semacam perumpamaan saja).
Nah, kalau dilihat dari luar, anaknya rajin banget, perfect banget deh. Tapi aku bingung sendiri, apakah dia menikmati masa sebagai 'anak-anak' yang biasanya masih suka ceroboh ataupun berbuat sesuatu yang salah? Aku sih nggak tahu masa lalunya kaya' gimana, dan mungkin saja dia memang orangnya ya kaya' gitu ataupun dia nggak punya pilihan lain karena memang inilah dirinya yang sebenarnya. Dan, entah kenapa saat memikirkan ini, aku jadi punya feeling bahwa suatu saat nanti, saat dia udah dewasa n udah kerja, mungkin dia akan merindukan saat-saat ini, saat dimana seharusnya dia bisa menjadi ceroboh, saat semua orang masih memaklumi kesalahannya. Tapi, disamping itu, sebenarnya dia contoh yang lumayan baik, kalau ada siswa teladan di sekolah, dia pasti memenangkannya dalam urutan kedua setelah 'Neni', (mungkin?) Dan juga, dia hebat (ini pujian sungguhan!).
Sejujurnya, aku ingin melihat masalah antara dia, the sky, PK, n 'China' dari sudut pandangnya. Kalau menurutku sendiri, yang hanya mempunyai sudut pandang dari 3 orang lainnya, dua diantaranyapun hanya diceritakan oleh satu orang dan tidak langsung dari orangnya masing2, dia adalah penjahatnya. Eits, tapi jangan berburuk sangka dulu. Bisa aja ada sesuatu yang lain, dan aku, mungkin karena sebagai orang luar, jadinya ga begitu tahu. Nggak setiap penjahat mempunyai motif yang benar2 jahat, contohnya aja, musuhnya spiderman yg waktu di Spiderman 3, yang jadi manusia pasir, dia mau nyari uang buat anaknya, kan? Jadi, sebenarnya, secara tidak langsung, aku mengatakan setiap manusia itu baik, hanya, ada beberapa yang memang mungkin gampang dipengaruhi setan (aku juga mungkin iya.?) Nah. Jadi, sejujurnya, aku juga ingin melihat hidup dari setiap pandangan orang lain. Subhanallah! Hebat sekali Allah dapat menciptakan banyak sekali sudut pandang yang berbeda-beda!
Well, ya sudah dulu ya!
XOXO
S.R

Sunday, February 13, 2011

Penyesalan Diri

Sebelumnya, ini sama sekali tidak berhubungan tentang 2 orang anggota kelompokku yang lain, murni tentang diriku.

Wow. Ini lomba yang sebenarnya bisa saja kami menangkan lebih dari yang sekarang. Dan aku . . .
*sigh* Aku benar2 menyesal. Aku bisa lebih. Aku mau lebih. Kukira aku bisa dan ternyata tidak. Aku benar2 malu pada diriku sendiri, kekuranganku sama besar seperti penyesalan yang sekarang kurasakan, Aku benar2 merasa dipecundangi oleh kekuranganku sendiri. *sigh*
Seharusnya mungkin aku tak melihat diriku dari sisi ini, mungkin ini karena aku meremehkan yang lain? Entahlah.
Aku ingin menangis. Tidak ada gunanya.
Aku ingin kembali. Tidak bisa dan aku juga terlalu takut akan mengulangi kesalahan yang sama.
Pada akhirnya aku tak bisa apa-apa. Ya sudahlah.

Ya inilah diriku yang sebenarnya, inilah apa yang akan kau lihat dibalik cangkangku yang terlihat kuat. Dan sebenarnya aku memang tak sekuat yang terlihat.
Tapi, tenang saja, I've got a reason to always smile, It's you all. ;)
Dan tenang saja, aku akan mulai berlari lagi, mungkin akan kesandung-sandung dulu, tapi tidak apa, aku punya kalian dan itu sudah cukup. Terima kasih banyak! :D

Oh ya, aku ingin sekali lagi mendengar suaranya saat mengucapkan kata2 itu lagi, itu akan benar2 membuatku tenang. Sungguh. Seandainya saja . . .

Tuesday, February 8, 2011

Muak?

Aku tak akan bisa lagi menahan apa yang kurasakan saat ini. Sesekali seseorang harus menumpahkan sesuatu yang mengganggu batin mereka, kan?
Apa yang kurasakan sekarang mungkin tak akan bisa kujelaskan dengan detail karena keterbatasan pendeskripsian kata-kata yang mungkin tak akan cukup untuk mengungkapkan apa yang benar-benar kumaksud.
Muak. Capek. Lelah. Care. Peduli. Marah. Sabar. Tidak cukup. Tidak sempurna. Kekurangan. Manusia. Keterbatasan.
Sungguh hanya akan ada 1 orang yang bisa memerangkapku dalam perasaan tak menentu saat ini. Dan aku tahu kalian akan tahu siapa dia itu. Aku tak menyalahkannya atas penolakannya bergabung bersamaku dan temanku dalam 1 kelompok dan itu bukan masalah yang sebenarnya. Aku sudah cukup menderita hanya dengan melihat cerminan diriku saat masih berada dalam era kegelapan. Dan aku tak mau dia juga terperangkap di dalam era yang pernah kutinggali. Aku ingin dia bahagia, sama seperti saat aku menemukan orang yang bisa membuatku tersenyum sekarang. Aku ingin dia tetap kuat seperti dulu dan tidak menunjukkan kelemahannya. Kepedulianku terhadapnya masih sama seperti dulu, hanya dengan cara yang berbeda. Entah kenapa setiap kali kami berhubungan, atau bahkan ketika aku menulis postingan ini tentang dia, moodku benar2 berada pada level-level terbawah. Aku tahu dia hanya manusia biasa yang pasti akan mengkerut jika terkena kejadian yang mengerikan. Tapi, aku ingin dia mengatasi (aku akan lebih suka menggunakan kata 'overcome') apa yang sekarang dia hadapi. Jika dia menginginkan hal yang tidak mungkin bisa dia dapatkan saat ini, seharusnya dia belajar dan mulai mengerjakan hal lain lebih dulu daripada memikirkan apa yang dia belum punya atau apa yang dia belum alami/rasakan. Sekali lagi, aku tak bisa menyalahkannya, hal-hal ini sebenarnya hanyalah masalah dalam diriku dan mungkin aku masih dalam proses 'denial' atau ketidakpuasan yang tidak tanggung-tanggung. Aku ingin berbicara langsung tapi pasti dia akan menanggapinya atau menafsirkannya dalam cara yang berbeda. Sungguh, aku bukan siapa-siapa yang bisa begitu saja datang tiba-tiba dan membeberkan ini itu didepannya. Dan mungkin saja ini hanyalah kesalahanku dalam menafsirkan berbagai hal yang dia katakan.

Hari ini hari yang besar(seharusnya). Dan aku sudah cukup senang dengan apa-apa yang terjadi hari ini. Ya, jujur saja aku berharap lebih. Tetapi, melihatnya bertambah tua dan menjadi bagian dalam memorinya saja sudah cukup membuatku senang. Kurasa, aku tak akan mencoba melampaui batasku lagi. Itu akan membuatku sedikit tersiksa, tapi setidaknya itu tak akan mengganggunya. Tidak apa-apa.
"Tenang, Semuanya akan baik-baik saja."
Aku akan mengingatnya selalu. Terima kasih sekali telah menyelamatkanku. :D