Pages

Tuesday, June 7, 2011

Stolen

Gah! You just loves them because he loves them. Do you think it's cool like that? Well, I dunno, are you trying to be somebody else?

What I hate the most is you trying to stole my precious things. I know I'm childish, and those things are universal, no one solely own them, except the creator itself. You never know the meaning of the darkness in those things. The feeling of loneliness beyond those melodies, 'Cause you never know how it feels when no one wants to understand you, no one wants to know anything about you, and they call you 'garbage'. And when you in the center of the crowd, you can barely speak to one person. You have to through it all, before you really understand the meaning of loneliness. I know what you've been through is beyond my imagination. But still, i hate your smile when you try to imitate me. I'm trying to be honest here, so appreciate me. It's better than me being so cunning and talk about you to someone else behind your back. Well, actually what i'm doing now is talking behind your back, so call me hypocrite then. I'm not trying to be so pure like an angel oh so whatever. You can call me demon or 'garbage' then.

I'm sorry for me being so hypocrite. I'm wronged and guilty. Sorry. Sorry . . .

Thursday, June 2, 2011

Hello Again!

Wow! Waktu berjalan terlalu cepat. Terlalu banyak kejadian yang tak bisa kuceritakan. Tapi, somehow aku merasa bahagia karena aku bisa jujur dan menjadi diriku sendiri di blog ini. Tak perlu ada sesuatu yang harus kusembunyikan lagi.

Perpisahan yang sudah didepan mata. Entah akan bagaimana aku menghadapinya nanti.

Kurasa dia menyukaiku, aku masih mengingat bagaimana dia (mungkin) ingin menyembunyikan senyumnya saat dia menyapaku pertama dan itulah pertama kalinya dia yang menghampiriku duluan. Anehnya aku tak sesenang seperti yang seharusnya. Aku akan merasa sangaaaat senang, begitulah yang seharusnya kan?

Tapi, sepertinya mind set 'seharusnya' tidak begitu cocok untukku. Mungkin ini akan terdengar aneh, tapi, entah kenapa, jika aku bilang aku tidak begitu senang, saat aku me-recall dan me-rewind kembali kejadian itu dan menghubungkannya dengan kalimat 'aku tidak begitu senang', sepertinya aku malah menjadi merasa senang. Hmmm, kurasa aku memang orang yang aneh juga.

Satu hal yang aku bisa yakini saat ini, dan semoga besok dan seterusnya, aku tetap bisa meyakininya. Rasa 'suka'ku lebih tulus daripada yang aku pernah rasakan kepada orang lain sebelum 'dia'. Ini mungkin terdengar kuno dan tidak termasuk kalimat yang pasti, tapi, jika suatu saat nanti aku kembali membuka blog ini dan membacanya lagi, kuharap aku masih bisa mengenang rasa ini. Rasa 'suka' yang lebih dari perasaan 'terima kasih'. Rasa membutuhkan dan dibutuhkan. Jika suatu saat di masa depan nanti aku menjadi orang yang 'abu-abu' dan tidak menyenangkan, kuharap aku akan membuka blog ini dan blog satunya lagi untuk kembali percaya pada diriku, bahwa aku pernah menjadi 'merah' dan aku pernah menjadi 'kuning', Hidup itu penuh warna, kawan, Iya kan?

XOXO
S.R

Wednesday, March 23, 2011

Doubts

Well, hello! It's a long time ago that since the last time I posted something.
And since I don't want anyone to read this blog, I change it name. Sorry friends, it's for your own good, believe me.

Well, here I go with another story about the wind.
Recently, I tried to text him, since in my country it's way better than calling.
And he answered!
At the first time, I'm so happy that I want to shed some tears of joy.
But, after my last conversation with the sky,
I begin to doubt him. This is the one thing that I feared.
I want more.
I'm sure, after I want more and don't get what I want, I'm surely will hate him. And that's the last thing I wanna do after he saved me from my own destruction. But, I can't clear this doubts. I don't know why.

One good news, I could feel his eyes were on me. But that's the one which make me doubt him. Can't he at least try to get near me or even try to text me first?
I dunno. I dunno.

Sorry for making you read this.
Good night.

Saturday, February 19, 2011

Teenager, Adolescence, Child.

Huuh!
Well, Sudah kubilang berapa kali. Kalo aku lagi nggak mau diajak ngomong ya jangan diajak ngomong, jangan dibikin tambah marah! Huh!
(sorry, tiba-tiba ibuku melakukan sesuatu yg sangat mengganggu.)

Nah. Aku bingung sendiri. Sebelumnya, aku ingatkan dulu, ini semua menurut sisi pandangku saja.
Menurutmu menjadi dewasa sebelum waktunya itu baik nggak? Ato apakah itu tindakan yang bagus? Well, ini masalah pribadi masing2 sih, tapi tetap saja aku ingin membahasnya.
Mumpung blog ini di-private, aku mau ngomongin soal salah satu temanku dia namanya 'n' (perhatian, ini bukan inisialnya, ini hanya semacam perumpamaan saja).
Nah, kalau dilihat dari luar, anaknya rajin banget, perfect banget deh. Tapi aku bingung sendiri, apakah dia menikmati masa sebagai 'anak-anak' yang biasanya masih suka ceroboh ataupun berbuat sesuatu yang salah? Aku sih nggak tahu masa lalunya kaya' gimana, dan mungkin saja dia memang orangnya ya kaya' gitu ataupun dia nggak punya pilihan lain karena memang inilah dirinya yang sebenarnya. Dan, entah kenapa saat memikirkan ini, aku jadi punya feeling bahwa suatu saat nanti, saat dia udah dewasa n udah kerja, mungkin dia akan merindukan saat-saat ini, saat dimana seharusnya dia bisa menjadi ceroboh, saat semua orang masih memaklumi kesalahannya. Tapi, disamping itu, sebenarnya dia contoh yang lumayan baik, kalau ada siswa teladan di sekolah, dia pasti memenangkannya dalam urutan kedua setelah 'Neni', (mungkin?) Dan juga, dia hebat (ini pujian sungguhan!).
Sejujurnya, aku ingin melihat masalah antara dia, the sky, PK, n 'China' dari sudut pandangnya. Kalau menurutku sendiri, yang hanya mempunyai sudut pandang dari 3 orang lainnya, dua diantaranyapun hanya diceritakan oleh satu orang dan tidak langsung dari orangnya masing2, dia adalah penjahatnya. Eits, tapi jangan berburuk sangka dulu. Bisa aja ada sesuatu yang lain, dan aku, mungkin karena sebagai orang luar, jadinya ga begitu tahu. Nggak setiap penjahat mempunyai motif yang benar2 jahat, contohnya aja, musuhnya spiderman yg waktu di Spiderman 3, yang jadi manusia pasir, dia mau nyari uang buat anaknya, kan? Jadi, sebenarnya, secara tidak langsung, aku mengatakan setiap manusia itu baik, hanya, ada beberapa yang memang mungkin gampang dipengaruhi setan (aku juga mungkin iya.?) Nah. Jadi, sejujurnya, aku juga ingin melihat hidup dari setiap pandangan orang lain. Subhanallah! Hebat sekali Allah dapat menciptakan banyak sekali sudut pandang yang berbeda-beda!
Well, ya sudah dulu ya!
XOXO
S.R

Sunday, February 13, 2011

Penyesalan Diri

Sebelumnya, ini sama sekali tidak berhubungan tentang 2 orang anggota kelompokku yang lain, murni tentang diriku.

Wow. Ini lomba yang sebenarnya bisa saja kami menangkan lebih dari yang sekarang. Dan aku . . .
*sigh* Aku benar2 menyesal. Aku bisa lebih. Aku mau lebih. Kukira aku bisa dan ternyata tidak. Aku benar2 malu pada diriku sendiri, kekuranganku sama besar seperti penyesalan yang sekarang kurasakan, Aku benar2 merasa dipecundangi oleh kekuranganku sendiri. *sigh*
Seharusnya mungkin aku tak melihat diriku dari sisi ini, mungkin ini karena aku meremehkan yang lain? Entahlah.
Aku ingin menangis. Tidak ada gunanya.
Aku ingin kembali. Tidak bisa dan aku juga terlalu takut akan mengulangi kesalahan yang sama.
Pada akhirnya aku tak bisa apa-apa. Ya sudahlah.

Ya inilah diriku yang sebenarnya, inilah apa yang akan kau lihat dibalik cangkangku yang terlihat kuat. Dan sebenarnya aku memang tak sekuat yang terlihat.
Tapi, tenang saja, I've got a reason to always smile, It's you all. ;)
Dan tenang saja, aku akan mulai berlari lagi, mungkin akan kesandung-sandung dulu, tapi tidak apa, aku punya kalian dan itu sudah cukup. Terima kasih banyak! :D

Oh ya, aku ingin sekali lagi mendengar suaranya saat mengucapkan kata2 itu lagi, itu akan benar2 membuatku tenang. Sungguh. Seandainya saja . . .

Tuesday, February 8, 2011

Muak?

Aku tak akan bisa lagi menahan apa yang kurasakan saat ini. Sesekali seseorang harus menumpahkan sesuatu yang mengganggu batin mereka, kan?
Apa yang kurasakan sekarang mungkin tak akan bisa kujelaskan dengan detail karena keterbatasan pendeskripsian kata-kata yang mungkin tak akan cukup untuk mengungkapkan apa yang benar-benar kumaksud.
Muak. Capek. Lelah. Care. Peduli. Marah. Sabar. Tidak cukup. Tidak sempurna. Kekurangan. Manusia. Keterbatasan.
Sungguh hanya akan ada 1 orang yang bisa memerangkapku dalam perasaan tak menentu saat ini. Dan aku tahu kalian akan tahu siapa dia itu. Aku tak menyalahkannya atas penolakannya bergabung bersamaku dan temanku dalam 1 kelompok dan itu bukan masalah yang sebenarnya. Aku sudah cukup menderita hanya dengan melihat cerminan diriku saat masih berada dalam era kegelapan. Dan aku tak mau dia juga terperangkap di dalam era yang pernah kutinggali. Aku ingin dia bahagia, sama seperti saat aku menemukan orang yang bisa membuatku tersenyum sekarang. Aku ingin dia tetap kuat seperti dulu dan tidak menunjukkan kelemahannya. Kepedulianku terhadapnya masih sama seperti dulu, hanya dengan cara yang berbeda. Entah kenapa setiap kali kami berhubungan, atau bahkan ketika aku menulis postingan ini tentang dia, moodku benar2 berada pada level-level terbawah. Aku tahu dia hanya manusia biasa yang pasti akan mengkerut jika terkena kejadian yang mengerikan. Tapi, aku ingin dia mengatasi (aku akan lebih suka menggunakan kata 'overcome') apa yang sekarang dia hadapi. Jika dia menginginkan hal yang tidak mungkin bisa dia dapatkan saat ini, seharusnya dia belajar dan mulai mengerjakan hal lain lebih dulu daripada memikirkan apa yang dia belum punya atau apa yang dia belum alami/rasakan. Sekali lagi, aku tak bisa menyalahkannya, hal-hal ini sebenarnya hanyalah masalah dalam diriku dan mungkin aku masih dalam proses 'denial' atau ketidakpuasan yang tidak tanggung-tanggung. Aku ingin berbicara langsung tapi pasti dia akan menanggapinya atau menafsirkannya dalam cara yang berbeda. Sungguh, aku bukan siapa-siapa yang bisa begitu saja datang tiba-tiba dan membeberkan ini itu didepannya. Dan mungkin saja ini hanyalah kesalahanku dalam menafsirkan berbagai hal yang dia katakan.

Hari ini hari yang besar(seharusnya). Dan aku sudah cukup senang dengan apa-apa yang terjadi hari ini. Ya, jujur saja aku berharap lebih. Tetapi, melihatnya bertambah tua dan menjadi bagian dalam memorinya saja sudah cukup membuatku senang. Kurasa, aku tak akan mencoba melampaui batasku lagi. Itu akan membuatku sedikit tersiksa, tapi setidaknya itu tak akan mengganggunya. Tidak apa-apa.
"Tenang, Semuanya akan baik-baik saja."
Aku akan mengingatnya selalu. Terima kasih sekali telah menyelamatkanku. :D

Thursday, January 27, 2011

Menyebalkan.

Sunguh aku tidak tahu bagaimana ada saja orang yang benar2 tidak bisa mensyukuri apa yang ia punyai. Jika saja orang tersebut bisa menyadari apa yang ia punya dan mulai menghargainya, itu pasti bisa membuat hidupnya lebih baik, bukankah begitu?

Yang bisa kulakukan hanyalah menunggu saat yang tepat untuk 'melabraknya'. Ya, seseorang di dunia ini harus menyadarkannya. Mungkin saja aku tak tahu apa masalahnya yang sesungguhnya, tetapi bukankah lebih baik kita sadarkan dulu sebelum dia akan menjadi seseorang yang lebih buruk dari keadaannya yang sekarang?

Jika saja, aku benar2 punya kesempatan yang tepat, aku bisa saja benar2 menamparnya atau memukulnya. Itu benar2 kejam, tetapi itu akan membuatnya sadar.(mungkin)

Semoga Allah memberiku restu-Nya untuk menyadarkan orang yang khilaf. Amin.