Pages

Tuesday, February 8, 2011

Muak?

Aku tak akan bisa lagi menahan apa yang kurasakan saat ini. Sesekali seseorang harus menumpahkan sesuatu yang mengganggu batin mereka, kan?
Apa yang kurasakan sekarang mungkin tak akan bisa kujelaskan dengan detail karena keterbatasan pendeskripsian kata-kata yang mungkin tak akan cukup untuk mengungkapkan apa yang benar-benar kumaksud.
Muak. Capek. Lelah. Care. Peduli. Marah. Sabar. Tidak cukup. Tidak sempurna. Kekurangan. Manusia. Keterbatasan.
Sungguh hanya akan ada 1 orang yang bisa memerangkapku dalam perasaan tak menentu saat ini. Dan aku tahu kalian akan tahu siapa dia itu. Aku tak menyalahkannya atas penolakannya bergabung bersamaku dan temanku dalam 1 kelompok dan itu bukan masalah yang sebenarnya. Aku sudah cukup menderita hanya dengan melihat cerminan diriku saat masih berada dalam era kegelapan. Dan aku tak mau dia juga terperangkap di dalam era yang pernah kutinggali. Aku ingin dia bahagia, sama seperti saat aku menemukan orang yang bisa membuatku tersenyum sekarang. Aku ingin dia tetap kuat seperti dulu dan tidak menunjukkan kelemahannya. Kepedulianku terhadapnya masih sama seperti dulu, hanya dengan cara yang berbeda. Entah kenapa setiap kali kami berhubungan, atau bahkan ketika aku menulis postingan ini tentang dia, moodku benar2 berada pada level-level terbawah. Aku tahu dia hanya manusia biasa yang pasti akan mengkerut jika terkena kejadian yang mengerikan. Tapi, aku ingin dia mengatasi (aku akan lebih suka menggunakan kata 'overcome') apa yang sekarang dia hadapi. Jika dia menginginkan hal yang tidak mungkin bisa dia dapatkan saat ini, seharusnya dia belajar dan mulai mengerjakan hal lain lebih dulu daripada memikirkan apa yang dia belum punya atau apa yang dia belum alami/rasakan. Sekali lagi, aku tak bisa menyalahkannya, hal-hal ini sebenarnya hanyalah masalah dalam diriku dan mungkin aku masih dalam proses 'denial' atau ketidakpuasan yang tidak tanggung-tanggung. Aku ingin berbicara langsung tapi pasti dia akan menanggapinya atau menafsirkannya dalam cara yang berbeda. Sungguh, aku bukan siapa-siapa yang bisa begitu saja datang tiba-tiba dan membeberkan ini itu didepannya. Dan mungkin saja ini hanyalah kesalahanku dalam menafsirkan berbagai hal yang dia katakan.

Hari ini hari yang besar(seharusnya). Dan aku sudah cukup senang dengan apa-apa yang terjadi hari ini. Ya, jujur saja aku berharap lebih. Tetapi, melihatnya bertambah tua dan menjadi bagian dalam memorinya saja sudah cukup membuatku senang. Kurasa, aku tak akan mencoba melampaui batasku lagi. Itu akan membuatku sedikit tersiksa, tapi setidaknya itu tak akan mengganggunya. Tidak apa-apa.
"Tenang, Semuanya akan baik-baik saja."
Aku akan mengingatnya selalu. Terima kasih sekali telah menyelamatkanku. :D

1 comment:

  1. Mmm that guy...
    Yea he keeps on tellih himself bad things. Like, how small his opportunity is to get 'her' attention, or what.
    This is bad, he's pesimistic. Dan aku kesal karenanya, dia jadi nggak bisa lihat betapa ada banyak orang yang sebetulnya peduli padanya. Entah dengan cara sepertimu, yang memang menginginkanya untuk menjadi baik, atau peduli dengan cara menyukai.

    ReplyDelete